elevenia: Situs Belanja Online Terlengkap - yang kamu cari, ada

Puisi-puisi dalam Budak Naga bergerak dari dunia mitologis, religi, bahkan sosial dan politik, yang dilandasi humanisme yang tebal. Ia membicarakan sisi kemanusiaan dengan asas keadilan serta kesetaraan dalam menjalani hidup sebagai sesama makhluk Tuhan di Bumi.

Titik berangkat yang berbeda-beda itu justru memberinya landasan tematik secara beragam, dengan jelajah wilayah yang luas, tetapi mengejar titik simpul yang sama: humanisme transendental. Sebuah sentuhan lewat kata-kata yang melintasi batas-batas perbedaan kodrati pada diri manusia. Oleh sebab itu, pemuliaan martabat manusia menjadi ukuran pertama-tama sebelum penjelajahan benar-benar ditelusuri dari kata ke kata; kalimat-kalimat menuju larik-larik dan bait bait menjadi utuh sebagai sajak.

Budak Naga benar-benar mengajak kita bertamasya ke relung terdalam dari kata, justru untuk mereguk segala kemungkinan keindahan yang mungkin terjadi di dalamnya. Barangkali dia juga mengantarkan suguhan-suguhan boga kata, yang renyah saat dikunyah, dan pada titik akhir senantiasa memberi kejutan estetis yang membuat kita terpesona. Bukankah itu yang selalu kita butuhkan saat-saat menikmati sekumpulan puisi Kita sama-sama berada di jalan yang benar.