muhammad ali febriansyah

Kisah saya berjualan online berawal dari Awal berjualan online, aku melalui berbagai tahap pembelajaran otodidak dgn beragam kisah. Teringat sejak 2011, dahulu, jual beli online masih sangat tidak umum dikarenakan fasilitas dan pendidikan utk e-commerce ini masih sangat sedikit. Masyarakat, termasuk saya, masih meraba dan begitu awam akan satu hingga berbagai hal mengenainya. Namun berawal dari satu forum komunitas online yg ada di Indonesia dan kenyataan hidupku sebagai keluarga muda yg harus banyak stay di rumah, ke-awam-an e-commerce ini aku bertekad geluti utk menjadi bagian hidupkuā€¦ Adalah booming dari salah satu cemilan produksi bandung, yg mengantarkan aku menggeluti perdagangan dunia maya. Saat itu masih trend dgn menggunakan media sosial. Twitter, FB, hingga forum2 komunikasi online. Pertengahan 2012, aku mencoba merambah beberapa marketplace2 awal yg ada di Indonesia, dgn segala fitur sederhana yg seadanya namun melalui visi yg kupunya, system ini akan menjadi kekuatan utama e-commerce Indonesia dalam 2-3 tahun kedepan. Sabar dan telaten, etalase2 online ku berkembang dgn baik dgn bermodalkan ketekunan melayani pembeli online yg bertransaksi.

Saya memilih untuk berjualan di elevenia karena Pada tahun 2013, tiba kepadaku satu telepon dari salah satu marketer sebuah web marketplace baru yg akan baru di luncurkan pada tahun 2014. Ketertarikan beliau melihat etalase2 tokoku di beberapa marketplace yg ada dan forum2 online, memutuskan utk meminang tokoku sebagai salah satu pengisi awal penjual2 yg akan bergabung. Dan web baru tsb bernama elevenia.. Awalnya sedikit kikuk, dgn generasi awal soffice elevenia yg disuguhkan system. Begitu rumit dan jauh berbeda dari apa yg aku jalani sebelumnya di marketplace lain. Lagi2 dgn niat ingin maju dan begitu sabarnya dari team elevenia membimbing, aku meyakini, system marketplace elevenia adalah satu yg terbaik dan terlengkap utk bayangan marketplace modern dimasa datang. Dan aku memilih elevenia utk itu sebagai sumur ilmu yg harus aku gali sedalam2nya. Dgn keyakinan itu, aku menguasai soffice elevenia dgn evolusi beberapa kalinya dgn cepat. Dan 2014, menjadi tahun tersibuk cemilan4u saat itu dgn berkembang pesatnya penjualan online nasional yg sedikit banyak oleh elevenia dorong sebagai tahun perdana mereka. Etalase tetap yg tadinya terbilang hanya 10-20 brand, melejit pesat hingga hitungan diatas 100 brand. Bisa dikata, elevenia adalah cikal bakal cemilan4u melebarkan pajangan ke berbagai marketplace dgn segala pengalaman berjualan yg baik mulai dari teknis hingga pelayanan kepada pelanggan.

Pengalaman pribadi yang membuat saya tetap berjualan di elevenia adalah Bertahun sudah berlalu, saat ini toko kecilku masih tetap kecil, seiring berkembangnya dunia marketplace Indonesia. Generasi penjual2 hebat bermunculan, dan web2 fantastis timbul tenggelam saling menggantikan. Dan toko kecilku, masih mendiami satu sudut etalase di elevenia. Selalu mengisi apa yg bisa diisi, mencoba memenuhi apa yg elevenia pinta utk kebutuhan promo mereka melalui generasi2 perwakilan seller yg datang-pergi silih berganti. Elevenia masih menjadi satu tempat utama di pajangan2 cemilan4u, web dgn seller office yg sebagian besar rekan penjual dikata rumit, web yg saat ini berjuang eksis dari terjangan web2 marketplace baru, web dgn keunikan tersendiri yg mempunyai hubungan yg terjaga baik oleh setiap penghubungnya ke cemilan4u. Padahal percaya atau tidak, aku tak pernah sekalipun menginjakkan kakiku di kantor elevenia.. Namun cemilan4u selalu ada dibenak para penjaga penjual2 elevenia di kantor mereka disana. Itu adalah hal utama cemilan4u selalu bertahan di elevenia, walau hanya penjual kecil2an, namun selalu mereka jaga. Walau terpuruk di satu-dua masa, elevenia selalu mempertahankan kita. Web yg baik dgn atmosfer kebersamaan yg selalu dijaga..

Harapan saya untuk elevenia ke depannya Saat ini berbagai hal aku memandang elevenia. Ele adalah salah satu guruku di dunia jual-beli online. Ele adalah salah satu lingkungan tempatku berjualan yg ga hanya melulu berkonotasi keuntungan. Banyak hal yg bisa dikatakan bahwa berjualan tidak hanya memandang keuntungan, namun bila kita betah di dalamnya, kita bisa bertahan. Dengan harapan besar dalam benak, elevenia pun merasakan hal yg sama dgnku: bertahan. Mau evaluasi diri, belajar dari manapun bahkan dari masukan para penjualnya. Mau berinovasi, agar meningkatkan minat penjual2 yg terserak utk berkumpul kembali dan meraup para pelanggan yg terpencar. Dan tentu saja mau berbenah utk kembali bangkit dan berkiprah di dunia e-commerce nasional. Ayo Ele, aku akan selalu menemani, semampuku, sedayaku.

Kembali ke halaman sebelumnya